Tag

, , ,

--

Rintikan air hujan mengetuk jendela apartemenku sejak pagi masih buta dan mataku belum terbuka dari istirahat malam. Ritmenya menenangkan jiwa, hawa dingin terhembus melalui celah jendelaku.

Suasana ini, sangat nyaman tapi mengusik hati. Saat suasana seperti inilah, aku berharap seseorang di kejauhan sana akan menemaniku dengan segenggam kehangatan di tiap tutur dan sentuhannya.

 

 

 

 

--

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hujan terakhir di musim gugur, untuk selanjutnya berganti menjadi hujan butiran putih salju beku. Melawan dingin, aku menulis posting ini, membayangkan surga tertinggi di muka bumi, bernama Surga Indonesia.

Membayangkan kehangatan raja matahari menyentuh kulit Asiaku, membayangkan sajian ayam hangat olahan istriku, hanya bayang saja tapi aku sudah cukup puas.

Aku cukup bersyukur, rumah dan tempat tinggalku adalah bagian tak terpisahkan dari surga Indonesia. Lebih bersyukur, mengetahui aku akan kembali ke surga itu dan pulang ke rumah.

 

Head of Kaendra Family