Tag

, , , , ,

si kecil Anindita

Perempuan ini terlahir dengan nama Anindita Anjali di Probolinggo 23 tahun silam, tepatnya pada tanggal dan bulan yang sama dengan kelahiran Ibu Kartini, 21 April 1987. Masa kecil dia habiskan di beberapa tempat yang berbeda karena harus mengikuti sang ayah berpindah tempat kerja, sebelum usia TK sempat menetap di Cilegon, Jawa Barat, kemudian bersekolah TK nol kecil di Malang, tak berselang lama ia harus berpindah dan melanjutkan TK nol besar di Probolinggo. Lulus dari TK Kenanga Probolinggo, orang tuanya mendaftarkan calon ibu ini di SDN Tisnonegaran II.

 

Sampai saat ia duduk di bangku kelas 3, mereka harus berpindah lagi mengikuti sang ayah yang diterima bekerja di PT. Freeport Indonesia, Papua. Beranjak remaja, perempuan muda ini kembali ke Jawa untuk melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Probolinggo, tempat penuh kenangan di mana dia bertemu pria yang kelak menjadi suaminya. Hubungan mereka tak bertahan lama, kala itu calon suaminya masih dikenal sebagai remaja bermasalah, cerdas tapi banyak menghabiskan waktu di lingkungan liar jalanan, tak ada kata restu dari keluarganya, yang akhirnya membawa mereka pada keputusan untuk saling melupakan dan melanjutkan kehidupan di dunia masing – masing. Selepas SMA, perempuan berparas ayu ini melanjutkan pendidikannya di Universitas Brawijaya Malang dengan memilih jurusan Pemuliaan Tanaman sedangkan pria yang dicintainya tetap melanjutkan petualangan di kerasnya dunia jalanan Probolinggo, dunia yang sangat dicintai namun kelak akan ditinggalkan pria bernama lengkap Jaka Mahendra tersebut.

The Dream Chaser

Tahun demi tahun berlalu, namun nama mereka berdua telah tertulis dalam kitab jodoh dan tak akan ada seseorang atau sesuatu mampu menghapus kehendak Tuhan yang tertulis dalam kitab tersebut. Hampir 5 tahun berpisah, berawal dari keinginan untuk mengunjungi kawan lamanya, ia dipertemukan lagi secara tidak sengaja dengan pria itu di warnet kecil samping terminal, warnet yang ternyata dikelola oleh pria yang sangat dicintainya dulu semasa SMA, Jaka Mahendra. Pria itu telah berubah, menjalani kehidupan normal dan memfokuskan hidupnya untuk mengejar cita – cita yang positif. Pandangan mereka beradu, penuh kenangan emosional, sedikit kata terucap tapi begitu banyak makna tertangkap keduanya. Namun demikian, ia belum tahu kalau dua bulan kemudian pria itu harus meninggalkan kota kecil yang penuh kenangan bagi mereka, untuk mengejar impian menyeberangi Pasifik menuju negara nomor satu di dunia.

to be continued …