Tag

, , , , ,

part deux

Masih dalam jajaran lagu – lagu hits pengubah hidup saya, selanjutnya adalah inspirasi kehidupan cintaku, dilantunkan oleh Dr. PM berjudul Damai Mimpi.

Dokter? Emang dokter bisa nyanyi yah? Ini grup dokter dari rumah sakit mana? Menur? Oke, stop semua pertanyaan – pertanyaan itu! Saya tahu mungkin grup band ini terdengar asing di telinga kalian, ini grup band jadul yang bahkan sekarang udah bubar tapi lagunya tetap abadi dalam kenangan sejak pertama kali memukauku dulu.

Alunan biola dan musik klasiknya membuatmu tenang, damai dalam penantian akan seseorang yang kau harapkan menjadi bidadari penolongmu. Seorang perempuan di mimpimu, yang bahkan kau sendiri tidak tahu keberadaannya.

Di awal video klip lagu ini, tertera tulis kata – kata romantis:

kukirimkan padamu damai, cinta, lintasi samudera . . .

Kata – kata favoritku dalam lagu ini, kupersembahkan untuk istriku Anindita Kaendra. Samudra memisahkan kita, percayalah itu hanya sementara sampai aku menemukan cara untuk berada di sisimu selamanya.

Oke pemirsa, next lagu emosional yang menandakan kekuatan persahabatan di antara kawan – kawan SMAku. Aku merindukan kalian semua, saat – saat bersama, tertawa dengan semua kebodohan kita sambil mencoba lari menghindari kerasnya realita kehidupanku, barang sementara.

Setiap kali aku mengingat lagu ini, ingatanku memutar balik kenangan – kenangan saat SMA itu. Masa indah, saat kita beranjak dewasa. Aku beruntung memiliki teman – teman yang memberiku kenangan indah, yang selalu mengingat arti persahabatan kita sampai saat ini, bertahun – tahun setelah kita lulus. Terima kasih telah menjadi sahabatku, tak sedetik pun aku melupakan kenangan – kenangan kita. Hidup angkatan 2005 SMAN 1 Probolinggo!

Saya merasa hidup ini terlalu indah, Tuhan memberkatiku dengan banyak hal; orang tua yang menyayangiku, istri yang selalu ada untukku, kawan – kawan yang mewarnai hidupku dengan kehangatannya. Aku merasa sangat diberkati. Aku tak ingin ini berakhir, aku ingin ini selamanya, bersama di kehidupan selanjutnya. Terima kasih Tuhan.

NB. Tertarik membaca episode pertama tulisan ini, silakan klik di SINI