Tag

, , , ,

Organisasi ini didirikan pada tahun 2002 oleh seorang berkebangsaan Indonesia bernama Joko Sutrisno di kota Minneapolis, negara bagian Minnesota Amerika Serikat. Di Awal berdirinya, organisasi ini diberi nama Indonesian Performing Art in Minnesota sampai kemudian entah bagaimana ceritanya sang pendiri berpikir untuk merubahnya menjadi Sumunar Indonesian Music and Dance.

Setelah tampil sebagai salah satu performer di acara 2nd Annual Celebration of Nations, saya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan enam anggotanya. Mereka semua berkebangsaan Amerika, tidak memiliki latar belakang keturunan Indonesia namun menunjukkan ketertarikan dan antusiasme sangat tinggi terhadap musik kebanggaan masyarakat Jawa tersebut. Miris hati saya mendengarnya, sementara banyak muda – mudi Jawa, termasuk saya sendiri tidak menaruh sedikit pun perhatian atau keinginan untuk mempelajari alat musik tradisional itu.

dari ka - ki: (depan) Stephen May, Susannah Smith, Naomi Shinoda (belakang) Daniel Furuta, Aaron Victorin - Vangerud, Lars Christensen

Sejak didirikannya, organisasi ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Suzannah mengkonfirmasi bahwa mereka telah tampil di hadapan lebih dari 10,000 orang, kebanyakan di daerah distrik – distrik sekolah dan saat ditanya mengenai tanggapan masyarakat terhadap musik ini, dengan bersemangat dia mengatakan, “people are not interested at first, but in the end they’ll have a positive comment about the performance”.

Lars mengatakan bahwa mereka juga pernah mengiringi musik untuk jemaat masjid di Minneapolis. Saat ditanya mengenai citra Indonesia yang tidak terlalu baik di mata dunia global, mengenai Islam dan terorisme. Mereka serentak mengatakan, “we just simply don’t care, we love to play this music” dan saya pun tersenyum lebar karena puas mendengar jawaban mereka.

Selain gamelan, Joko Sutrisno beserta istrinya Tri Sutrisno juga menawarkan kelas tari dan wayang kulit lewat organisasi ini. Cukup menggembirakan untuk diketahui bahwa setiap tahun, semakin banyak orang menaruh minatnya terhadap kesenian tanah Jawa ini.

Klik www.sumunar.org untuk mengetahui lebih dalam kiprah mereka mengembangkan kesenian Jawa di tanah Amerika.