Tag

, , ,

Pertama yang kudhu dan wajib dipahami, penulisan artikel ini semata – mata hanyalah untuk kebaikan semua pihak. Dikritik itu pasti, karena kesempurnaan hanya milikNYA. Apabila pihak terkait tersungging, eh tersinggung ya janganlah. Kami sebagai nasabah, hanya memerlukan solusi.

Alkisah, pada tanggal 16 Agustus 2011 yang lalu di Bank MANDIRI Cab. Probolinggo, setelah mengantri selama kurang lebih 45 menit, saya berhasil mendapatkan token untuk melakukan transaksi finansial Internet Banking MANDIRI. Mbak – mbak CSnya (saya lupa namanya) menjelaskan bahwa token akan diaktifkan oleh pihak Bank pada malam harinya dan saya pun pulang dengan hati berbunga – bunga seperti Sergio yang berhasil menikahi Marimar (telenovela gan).

nih gan, bukti transaksi pembelian tokennya.

Fast Forward 2x, Kamis 18 Agustus 2011 jam 14.59 (tepat saat artikel ini ditulis), saya terus mendapatkan pesan yang sama (dengan font warna merah) saat mencoba aktivasi token MANDIRI, yaitu:

Customer Retail Channel not exist.(1021)  

Tidak ada yang salah dengan tulisan atau warna fontnya, masalahnya gara – gara itu ane (Arab mode ON) tidak bisa mentransfer uang lewat Internet Banking MANDIRI dan karena ane berprofesi sebagai juragan pulsa dan tiket pesawat (notabene sering main transfer2an, tapi gak cubit2an) akhirnya harus mengalami dua kerugian:

  • harus ngeluarin motor, buang bensin dan waktu untuk transfer deposit pulsa di ATM Bank MANDIRI Cab. Probolinggo. Sebenernya, ATM di SUMBER HIDUP lebih dekat tapi males karena ditarik ongkos parkir (padahal posisinya di pinggir jalan dan ane juga udah bayar parkir berlangganan tiap tahun gak pernah telat).
  • ane harus melakukan transaksi pembelian tiket pesawat menggunakan CIMBClicks kepunyaan istri tercinta (ciee, ntar malem ya ciiiin), otomatis ane harus membayar Rp. 5.000,- per transaksi karena rekening yang dituju adalah rekening MANDIRI (kalo butuh tiket, sms ane gan 08533 5517 521).

Mengalami emosi tingkat propinsi, ane pun telepon Bank MANDIRI Cab. Probolinggo, udah ane sampaikan komplainnya, mbaknya juga udah janji mau diurusin. Tapi, lagi – lagi hanya kecewa yang ane dapat (agan tahu kan kenapa ane kecewa? kalo udah diberesin masalahnya, gak mungkin ane tulis nih artikel).

Akhirnya, ane pun buka web Bank MANDIRI. Klik Contact US, setelah disuruh mengisi data pribadi, milih kategori komplain dan diharuskan mencantumkan scan KTP dalam format .zip, emosi ane naik level jadi tingkat nasional. Kata – kata nggak bisa mendeskripsikan kekecewaan saya, agan lihat aja nih sendiri:

agan jadi saksi ya? ane dah masukin file berformat .zip sesuai instruksi

sekarang ane tanya, ini ane apa sistemnya Bank MANDIRI yang minta digebuk'in ala TEKKEN gan?

Setelah ane tanya Google-sama, ternyata ane tidak sendiri gan, buktinya:

http://www.ndakmaupakeotak.com/2011/02/aktivasi-token-mandiri-user-not-found.html

http://thaliasecret.multiply.com/notes/item/181

Sebenarnya, hanya satu yang ane minta; KEJELASAN, bukan KENGAMBANG’AN gj yang tidak jelas kapan ada solusinya kayak gini. Kalau saja, waktu itu CSnya bilang, “MAAF, kami memang sedang mengalami masalah dan baru bisa menindaklanjuti komplain Bapak satu bulan dari sekarang (mau satu tahun juga gak apa2, yang penting ada kejelasan dan saya bisa mulai mencari layanan perbankan yang jelas2 punya kualitas di internet banking).

Intinya adalah permohonan maaf dan kejelasan, jadinya kan nasabah lega dan tidak H2C.