Tag

, , , ,

Kesuksesan seseorang terletak di kedua belah telapak tangannya sendiri, tergantung kebesaran kemauan dalam hatinya, dan ketahanan deru langkah kakinya dalam kehidupan.

Hidup bukanlah sinetron, akhirnya pasti manis, jagoannya cantik, ganteng, baik, rajin beribadah, sering mengucap kata – kata Alhamdulillah, Masya Allah, meskipun tidak berjilbab. Yang berperan jadi pacar atau pasangannya pun, selalu berimbang, kalau tidak cantik, ganteng, kaya, minimal manis. Alkisah, jagoannya pun selalu berhadapan dengan seseorang yang super jahat, tatapan mata melotot, dan perkataan yang lebih pedas dari keripik maicih level 10. Sutradara menggambarkan sang jagoan sebagai orang paling malang di Indonesia, lebih malang dari kota malang bahkan. Menunggu seorang pahlawan kaya raya, bergigi lapis emas, bermobil mahal, berorangtuakan pemilik perusahaan konstruksi got terbesar di dunia datang menyelamatkannya. Pokoknya, super ideal sebagai calon menantu Presiden Kuba.

Satu lagi, sang jagoan digambarkan sebagai seorang multi talenta. Bisa menyanyi sambil berenang, bisa makan kerupuk sambil salto, pokoknya super ideal banget untuk jadi menantu Presiden Zimbabwe.

Tapi, apakah benar demikian kenyataannya? Saat kita menoleh dan melangkah dalam hidup? Saya dan anda tahu jawabannya.

Saat anda membayangkan pacar secantik personil Cherry Belle, orang seperti di bawah inilah yang menyukai anda.

Saat anda membayangkan memiliki orang tua kaya – raya, anda mendapati kenyataan berlawanan.

Ya, inilah hidup. Anda, saya, dan berjuta orang di seluruh dunia mengalami hal berlawanan atas keinginan mereka. Berjuang harus, tapi sadarlah bahwa cuma bermimpi tidak akan membawa kita terbang dari kasur menuju mimpi yang jadi kenyataan. Bermimpilah malam hari dan bangun keesokan hari untuk meraihnya. Saat hal – hal mulai tidak sesuai dengan impian kita, berimprovisasi dan bersyukur itu kuncinya, seperti kakak kita di bawah ini.